Musim Mas Kecewa Terhadap Usulan Parlemen Uni Eropa Mengenai Biofuel Minyak Sawit

Berita-05.jpg
Home > Berita > Berita Umum > 2018 > Musim Mas Kecewa Terhadap Usulan Parlemen Uni Eropa Mengenai Biofuel Minyak Sawit

Perusahaan Meminta Dewan dan Komisi Uni Eropa untuk Mendukung Produksi Kelapa Sawit Berkelanjutan di Tilog Mendatang


22 Januari 2018, Singapura – Grup Musim Mas menyambut baik keputusan Parlemen Eropa untuk meningkatkan efisiensi dan mengatur pangsa energi sumber terbarukan. Grup sependapat dengan Uni Eropa (UE) mengenai urgensi agenda energi berkelanjutan, dengan mengingat kelangkaan sumber daya alam secara umum, dan proyeksi pertumbuhan populasi penduduk yang akan mencapai 8,6 miliar jiwa ditahun yang sama.  

Pada saat bersamaan, keputusan Parlemen UE untuk mengecualikan Kelapa Sawit dari Biofuelblend pada tahun 2021 sangat disayangkan. Keputusan ini bertentangan dengan nilai-nilai pembangunan inklusif dan merata, dan bersifat diskriminatif karena data dari sumber yang dapat dipercaya menunjukkan fakta bertentangan dengan klaim yang dibuat oleh parlemen UE. Keputusan tersebut juga bertentangan dengan agenda keamanan pangannya sendiri. 

Produktivitas tanaman kelapa sawit unggul dalam hal rasio penggunaan lahan terhadap minyak yang dihasilkan, didukung baik dengan data yang dikumpulkan di platform independen dan kredibel seperti Food and Agricultural Organization (FAO) dan Oil World. Pada saat yang sama, kebijakan keberlanjutan dan skema sertifikasi di berbagai tingkat telah memfasilitasi transformasi di sektor ini dalam rentang beberapa tahun yang singkat. Dalam relevansi tertentu, impor Kelapa Sawit ke UE mematuhi persyaratan ketat dari International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) dan sesuai dengan persyaratan pengurangan emisi yang ditetapkan oleh UE. Dengan demikian, Musim Mas mengkhawatirkan keputusan tersebut merugikan usaha dan kemajuan signifikan yang telah dilakukan secara kolektif oleh industri terhadap peningkatan standar keberlanjutan. 

Sebelum transisi penuh ke Biofuel generasi kedua, penghentian minyak sawit dari daftar campuran bahan bakar tentu berarti lebih banyak tanaman penghasil minyak lainnya diminta untuk memenuhi permintaan Biofuel yang sama. Oleh karena itu, hal ini akan memperparah masalah-masalah lingkungan dan menimbulkan kekhawatiran keamanan pangan yang diutarakan oleh Parlemen UE. 

Keputusan untuk menghapuskan Kelapa Sawit merupakan salah satu keputusan yang mengkhawatirkan kelangsungan hidup suatu sektor yang sangat penting bagi model pembangunan ekonomi di Indonesia, terutama bagi infrastruktur pedesaan, pendapatan (1,5% - 2,5% dari PDB Indonesia) dan tingkat lapangan kerja. (sekitar 5,7 juta orang bekerja langsung di sektor kelapa sawit, sementara sekitar 16 sampai 20 juta orang bekerja dengan berhubungan baik langsung ataupun tidak langsung dengan sektor kelapa sawit). 

Penghentian pemakaian Minyak kelapa sawit dari campuran Biofuel merupakan pendekatan yang terlalu sederhana untuk mengatasi masalah keberlanjutan seputar keseluruhan sektor. Sebagai gantinya, Musim Mas mendesak Uni Eropa untuk mengikuti trilog yang akan datang, untuk menilai secara objektif manfaat Minyak kelapa sawit dan manfaat sosio-ekonomi yang dimilikinya. Musim Mas percaya bahwa dialog terbuka untuk publik-swasta tersebut sangat penting bagi penyelarasan dan keberhasilan agenda kesinambungan yang sama. Grup membuka undangan terbuka bagi pihak Uni Eropa yang relevan di trilog untuk terlibat dalam wacana menyeluruh tentang industri kelapa sawit.

Sekian. 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Carolyn Lim
Corporate Communications
+65 6576 4770