Home > Berita > Sustainability Journal > 2016
  

2016

berita.jpg

Volume 11 - Januari 2016

Contents

(Melihat Sustainability Journal v11 dalam bentuk PDF)

1. Dari penangkap metana ke jaringan listirk nasional

Sejak tahun 2010, Musim Mas telah memulai instalasi fasilitas penangkap metana sebagai fitur standar untuk 13 pabrik minyak  kelapa sawitnya dengan total anggaran mencapai USD 50 juta.

2. Musim Mas 100% tersertifikasi RSPO
Musim Mas selalu menjadi pendukung penuh RSPO sebagai standar yang bersifat sukarela dan                   merupakan cara paling efektif untuk mempromosikan implementasi keberlanjutan industri kelapa sawit.

3. Melebihi usaha penelusuran
Perusahaan mengakui bahwa dampak nyata melibatkan seluruh tingkat usaha sosial-ekonomi, dan               bergerak dari dialog penelusuran Minyak kelapa sawit ke fokus untuk menciptakan manfaat sosial                lingkungan.
    
4. Pendekatan lanskap dan pengembangan keberlanjutan
Langkah selanjutnya melebihi diatas pekerjaan penelusuran perusahaan yang telah ada, pendekatan         lanskap merupakan upaya kolaborasi antara beberapa pihak untuk melaksanakan konservasi pada                tingkat yang lebih tinggi.

5. Memberikan pelatihan kepada petani swadaya
Setelah berbulan-bulan persiapan, pelatihan proyek Indonesia Palm Oil Development for                            Smallholders (IPODS) dimulai untuk Petani kecil mandiri.

6. Musim Mas bergabung dalam POIG
Musim Mas adalah perusahaan minyak sawit pertama yang bergabung dengan Palm Oil Innovation            Group (POIG) - koalisi bergengsi yang dibentuk oleh LSM kelas atas dan perusahaan progresif.

Volume 12 - September 2016


(Melihat Sustainability Journal v12 dalam bentuk PDF)

7. Musim Mas – IFC bekerjasama dalam proyek pengembanganpetani swadaya
Lebih dari satu tahun yang lalu ketika kami merencanakan  kerjasama antara Musim Mas – IFC dalam  hal pengembangan program petani swadaya, manajemen kami telah memprediksi akan terjadi perubahan secara menyeluruh terhadap pengetahuan dan keterampilan yang akan dimiliki oleh peserta sehingga mereka dapat menjadi petani yang mandiri dan sukses.

8. Transformasi:terjadi atau tidak?Studi Kasus: Pati Sari, ANJ dan Korindo
Dengan penerapan kebijakan NDPE (No Deforestation, No Peat and No Exploitation) oleh beberapa perusahaan kelapa sawit terkemuka, salah satu pembuktian tekad perusahaan dalam mendukung agenda keberlanjutan antara lain kemauan, kesabaran dan kemampuan untuk “membersihkan” rantai suplainya.

  

9. Fakta dan mitos kabut asap  
Kabut asap Asia Tenggara merupakan masalah yang berdampak terhadap beberapa Negara termasuk Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan lain-lain. Hal ini merupakan masalah jangka panjang yang terus terjadi dengan intensitas yang bervariasi selama musim kemarau di wilayah tersebut. 

10. Sekilas mengenai Perkebunan presisi
Pada acara G&A (Genetic and Agriculutral) Research Centre Field Day pada tanggal 16 Mei 2016 di gedung G&A (Genetic and Agriculutral) yang berlokasi di Sorek Estate, Pekanbaru, planter dan agronomis dari manajemen Perkebunan untuk membahas cara mereka mengelola 130,000 hektar lahan jika mereka adalah seorang petani swadaya yang bercocok tanam di belakang halaman rumah mereka.

11. Lokakarya 
Pada lokakarya yang diadakan pada 2 Maret 2016 di Medan, Indonesia, peserta dari kelompok pemasok perusahaan induk yang berbeda hadir di Musim Mas Auditorium, kompleks Oleokimia, untuk memahami unsur-unsur sistem keberlanjutan.

12. Setelah verifikasi terjadi: apa langkah selanjutnya?   
Dunia industri sering menuai kritik akan rantai suplainya yang rumit sehingga sulit untuk dimengerti dari perspektif orang luar, tetapi Tim Traceability Musim Mas akan menjelaskan mengenai rantai suplai perusahaan melalui pemahaman terhadap basis suplai dari pabrik pihak ketiga dalam kaitannya dengan dealer TBS dan petani.

 

13. Stetoskop Perkebunan: bagaimana menjadidokter di Perkebunan berbeda dari di kota  
Perkebunan biasanya terletak jauh dari kota. Oleh karena itu untuk memastikan bahwa karyawan beserta keluarga mereka memiliki akses ke layanan kesehatan, Musim Mas membangun klinik di Perkebunan untuk memenuhi kebutuhan medis pekerja dan keluarga mereka.