Home > Keberlanjutan > Palm Oil Innovation Group (POIG)
  

Palm Oil Innovation Group (POIG)

Kerja Sama GCP.jpg

Mengenai POIG


Palm Oil Innovation Group (POIG) bertujuan untuk mendukung Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) melalui pembentukan standar dan komitmen RSPO dan dengan menunjukkan inovasi untuk diterapkan pada standar RSPO yang sudah ada dan juga penambahan isu-isu kritikal lainnya.

POIG berfokus pada 3 (tiga) area tematik yaitu tanggung jawab lingkungan, kerjasama dengan masyarakat, integritas perusahaan dan produk.  POIG juga fokus untuk menciptakan dan mempromosikan inovasi di industri kelapa sawit.

Area Fokus.png

















POIG akan menunjukkan bahwa dengan menetapkan dan mengimplementasikan standar ambisius, industry kelapa sawit dapat memutuskan hubungan antara kelapa sawit dan deforestasi dan juga pelanggaran hak manusia, tanah dan pekerja.

Divisi Perkebunan dan perdagangan Musim Mas bergabung dengan POIG pada tanggal 16 November 2015. Grup akan menerapkan dan mempromosikan persyaratan formal dari Piagam POIG, dan juga mematuhi peraturan kerjasama POIG.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai POIG, silahkan klik disini. 

Piagam POIG dan Indikator


Piagam POIG.png




















Piagam POIG dapat diakses disini dan indikator verifikasi disini. 

Laporan Audit Pekerja


Verite.png
Grup menjalankan audit pekerja dengan Verite pada bulan Agustus 2016 sebagai bagian dari usaha untuk menilai kondisi pekerja didalam operasional.

Penilaian tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi resiko ketidaksesuaian pada Piagam POIG, Prinsip dan Kriteria RSPO, Standar Praktik Terbaik Verite dan juga norma-norma internasional lainnya mengenai perlindungan pekerja dan Keselamatan dan Kesehatan Pekerja. Mereka juga menargetkan untuk menentukan area yang memerlukan inovasi.

Ketika penilaian pekerja menyoroti area resiko pekerja, itu juga menunjukkan potensi belajar melalui rekomendasi tentang bagaimana sistem dan pedoman manajemen Musim Mas dapat ditingkatkan.


Audit dan penemuan dapat dikategorikan menjadi 3 (tiga) kategori besar yaitu hak pekerja dan manusia, kompensasi dan waktu, dan juga kesehatan dan keselamatan.

Beberapa praktek pekerja yang baik yang teridentifikasi pada saat penilaian termasuk:
  • Perusahaan tidak mempekerjakan anak-anak; 
  • Pekerja dipastikan mendapatkan upah minimum yang berlaku sebagai upah dasar, terlepas dari kemampuan mereka untuk memenuhi kuota; 
  • Pekerja yang sudah melewati masa percobaan akan diangkat menjadi pekerja tetap setelah 3 bulan sesuai dengan peraturan pemerintah; 
  • Perusahaan mempunyai tingkat pekerjaan membahayakan yang rendah;
  • Perusahaan mempunyai kebijakan tentang masa kehamilan yang baik (pengujian kehamilan yang tidak diskriminatif, akomodasi pekerjaan selama masa kehamilan, mematuhi hak wanita untuk mengambil cuti melahirkan, dan mempunyai kebijakan tentang menyusui yang jelas); dan
  • Tidak ada identifikasi bahwa identitas pekerja ditahan.   

Beberapa area teridentifikasi memerlukan perbaikan termasuk:
  • Ditemukan beberapa jam lembur; 
  • Melindungi pekerja yang tidak terdaftar dalam daftar pengupahan pekerja resmi;
  • Meningkatkan kebijakan perumahan pekerja sesuai dengan gender; dan 
  • Memastikan supplai air yang mencukupi.

Dalam jangka waktu 1 tahun sejak penilaian mengarah ke publikasi laporan hari ini, Grup telah meninjau celah diarea yang disorot dan bekerja untuk menangani isu-isu yang disorot, agar memungkinkan penutupan kasus di sebagian besar aspek. Musim Mas masih bekerja di area lain yang membutuhkan proses pertimbangan dan penerapan yang lebih panjang untuk mengangkan realitas bisnis dengan mempertimbangkan hak pekerja.

Tindakan perbaikan yang diambil setelah proses penilaian, secara detail dalam laporan penilaian meliputi:  
  • Pembatasan jam lembur periode normal 14 jam/ minggu dan (3) jam sehari; memastikan semua lembur bersifat sukarela dan dibayar sesuai dengan standar hukum; meninjau sistem rotasi untuk mengatasi keseimbangan kehidupan kerja; dan membatasi jumlah hari libur yang mungkin dipilih oleh pekerja untuk tidak diambil;   
  • Meresmikan pekerja kernet (biasanya pasangan dari pekerja tetap) melalui pengembangan kontrak kerja paruh waktu dan asuransi. Setelah memenuhi persyaratan kerja, pekerja kernet akan direkrut sebagai pekerja tetap;            
  • Pemberian cuti haid yang tidak terbatas kepada pekerja wanita sesuai dengan hukum yang berlaku; mengenali pekerja perempuan yang menjadi kepala keluarga untuk hak perumahan sebagaimana diverifikasi dalam kartu keluarga; dan          
  • Mempelajari pola konsumsi air rumah tangga untuk mendapatkan sistem distribusi air baru untuk menjamin pemerataan bebas pasokan air bersih bagi semua rumah tangga.  
Untuk melihat lebih lanjut mengenai laporan ini, silahkan klik disini.