Home > Keberlanjutan > Petani Kelapa Sawit
  

Petani Kelapa Sawit



Petani Kelapa Sawit.jpg





Mengenai Petani Kelapa Sawit 

Contents
Petani kelapa  sawit adalah “petani yang menanam kelapa sawit, terkadang diselingi dengan tanaman lainnya, dimana sebagian pekerja merupakan keluarga sendiri. Lahan tersebut merupakan sumber penghasilan utama, yang mana luas areal lahan kelapa sawitnya kurang dari 50 hektar.   

Petani berkontribusi lebih dari 40% dari total Perkebunan kelapa sawit yang ada di Indonesia. Total estimasi dari jumlah petani adalah sebesar 2 juta petani, belum mencakup keluarga mereka.




Tipe-tipe Petani Kelapa Sawit

Independent vs Scheme Smallholder2.png














Kami bekerja sama dengan petani plasma di Perkebunan dan pabrik kami. Petani plasma terikat secara struktural melalui kontrak, perjanjian kredit atau perencanaan atas pabrik. Mereka tidak memilih tanaman apa yang hendak ditanam, disupervisi dari segi penanaman dan teknik pengelolaan tanaman, dan bahkan sering kali dikelola, disupervisi ataupun dikelola secara langsung oleh manajer pabrik, kebun ataupun skema yang terkait secara struktural.

Kami juga bekerjasama dengan petani swadaya, baik yang memasok ke pabrik kami maupun ke pabrik pihak ketiga kami. Petani swadaya membiayai dan mengelola secara independen dan tidak terikat dengan pabrik apapun. Mereka dapat berhubungan langsung dengan pabrik lokal atas pilihan mereka sendiri atau memproses minyak kelapa sawit secara manual (cara tradisional, cara yang lebih umum digunakan di Afrika).


Keberadaan Petani Kelapa Sawit Kami


Petani kelapa sawit map.jpg















Petani swadaya juga memiliki peranan penting sebagai bagian dari basis pemasok pabrik pihak ketiga kami, petani merupakan bagian penting dalam kelompok pemangku kepentingan dalam strategi implementasi Kebijakan Keberlanjutan kami atau kebijakan No Deforestation, Peat and Exploitation (NDPE). Para pelaku usaha sawit domestik mengkhawatirkan kebijakan NDPE yang diterapkan mengecualikan Petani kecil  dari rantai pasok, dikarenakan ada kebijakan penghentian pembelian. Dengan mengikutsertakan hasil minyak petani kedalam basis suplai minyak sawit di Indonesia, maka para petani menghadapi masalah penerapan kebijakan NDPE yang kompleks.


Petani Plasma

Kami memberikan bantuan finansial dan teknikal untuk mengembangkan lahan garapan penduduk desa menjadi lahan kelapa sawit (proyek Petani kecil ) melalui program koperasi, yaitu Koperasi Kredit Primer Anggota (KKPA) dan Kas Desa. Pada akhir tahun 2016, berikut jumlah keluarga/desa yang bergabung dengan KKPA dan Program Pengembangan Desa yang kami dukung: 


Smallholder oil.png








Program pengembangan masyarakat lainnya meliputi pembangunan sumur, perbaikan jalan, bantuan medis gratis dan bantuan finansial untuk proyek masyarakat sekitar. Program ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pada tahun 2011, Perusahaan berafiliasi dengan petani dibawah naungan KKPA telah berhasil memenuhi persyaratan sertifikasi RSPO. KKPA di Sumatera Barat menjadi grup petani plasma pertama se-Indonesia yang menerima Sertifikasi Interpretasi Nasional P&C RSPO. Petani tersebut harus mematuhi standar tinggi RSPO dan melalui proses audit setiap lima tahun, dengan empat kali penilaian tahunan. 


Silahkan klik di sini untuk informasi lebih lanjut mengenai petani KKPA.  

 

Nama PerusahaanNama Petani PlasmaWilayah yang TersertifikatJumlah Keluarga di KKPA
PT AgrowiratamaKoperasi Sawit Bersama I & Koperasi Sawit Bersama II524262
PT AgrowiratamaKoperasi Sawit Bosa Sungai Aua Manjunjung Bilang500250
PT AgrowiratamaKoperasi Sawit Datuk Bosa Sikilang500250
PT Musim MasKKPA Rawa Tengkuluk802401
PT Musim Mas KKPA Merbau Sakti1066.13534

Diperbaharui pada Juli 2017

Skema KKPA berhasil meningkatkan produktivitas, yang diikuti dengan peningkatan pendapatan petani. Misalnya, koperasi petani di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, berkontribusi dalam pembangunan mesjid, taman kanak-kanak dan pusat gedung olahraga ruangan.



Petani Swadaya 

Melihat operasi petani dalam skala yang lebih (dengan area tanam kurang dari 50 hektar), Petani kecil biasanya mengalami kesulitan dalam hal terbatasnya sumber pendanaan, akses teknologi dan prosedur operasional terbaik. Oleh karena itu, hasil panen pun rendah dan tidak ramah lingkungan membuat para petani sulit dan membutuhkan biaya yang besar untuk dapat memperoleh sertifikat RSPO.

Feedback dari Pembelajaran Dasar Mengenai Petani Swadaya



feedback.png









Sumber: IFC, "Diagnostic study on Indonesian oil palm smallholders", September 2013



Indonesia Palm Oil Development Scheme (IPODS)

Musim Mas bekerjasama dengan International Finance Corporation (IFC) – anggota dari Bank Dunia – yang bertujuan untuk membantu petani swadaya yang memasok TBS ke anak perusahaan kami. Kami memulai dari salah satu anak perusahaan kami, PT Siringo-ringo  di Rantau Parapat, Sumatera, Indonesia pada Juni 2015. Siringo Ringo memiliki basis pasokan petani swadaya yang memasok 90% dari total pasokan TBS.

Program ini sedang dikembangkan di ketiga pabrik lainnya di Riau yang kebanyakan pemasoknya berasal dari petani swadaya. Ketiga pabrik ini diperkirakan dapat memberikan manfaat bagi 9.000 petani swadaya, sehingga jumlah petani swadaya yang dapat merasakan manfaat dari proyek kerjasama Musim Mas – IFC menjadi 12.000 petani.

Program ini berfungsi untuk mengajak petani swadaya dalam meningkatkan standar efisiensi yang diadopsi dari organisasi Kelapa Sawit besar. Kami akan membantu memberikan pelatihan pertanian, membantu akses dukungan finansial dan pasar global serta memberikan edukasi mengenai persyaratan hukum. Program ini akan menutup kesenjangan antara praktik Perkebunan yang diterapkan saat ini dan persyaratan yang dibutuhkan untuk memenuhi sertifikasi. Program ini merupakan bagian dari usaha kami dalam menjangkau lebih banyak petani untuk bergabung dalam rantai pasok inklusif.

Tujuan Program Ini:

program objektif.png












Target pada tahun 2020:

target bytheend.png










Apa perbedaan program ini dengan program yang lainnya?


  • Kerangka penyuluhan independen yang terdiri dari agronomis dan ahli pertanian yang direkrut dari masyarakat lokal.    
  • Sistem pelabelan elektronik untuk melacak ketelusuran.
  • Modul pelatihan yang berfokus pada keluarga seperti nutrisi anak-anak, dan bukan hanya tentang pertanian.
  • Pengelompokan petani yang sebelumnya tidak terorganisir kedalam kelompok-kelompok yang memiliki daya tawar menawar yang lebih tinggi.

Ini murni merupakan petani swadaya yang individunya tidak terorganisir secara formal.


Strategi dukungan utama bagi petani 
Key support strategies for smallholders.jpg
















Keterampilan untuk petani

Skills for a smallholder.jpg


















Tantangan Dalam Program Ini

Smallholder vector.png
















Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik di sini untuk presentasi publik mengenai IPODS.


Mengenai International Finance Corporation

International Finance Corporation (IFC), merupakan anggota dari Grup Bank Dunia, yang merupakan lembaga pembangunan global terbesar yang berfokus secara eksklusif pada sektor swasta di negara -negara berkembang. 

IFC menggunakan dan memanfaatkan produk dan jasanya – sebagaimana produk dan jasa terhadap insitusi lainnya di Grup Bank Dunia- untuk menyediakan solusi pengembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan klien. IFC menerapkan sumber finansial, keahlian teknikal, pengalaman global, dan pemikiran inovatif untuk membantu mitra kerjanya dalam mengatasi masalah keuangan, operasional dan tantangan politik.

Klien menilai IFC sebagai penyedia dan penggerak keterbatasan modal, pengetahuan, dan mitra kerjasama jangka panjang yang dapat membantu mengatasi hambatan penting dalam bidang infrastruktur, keterampilan pekerja dan peraturan lingkungan.

IFC juga merupakan penggerak sumber daya pihak ketiga untuk program-programnya. Kesediaannya untuk berkolaborasi dalam kondisi lingkungan yang sulit dan kepemimpinannya yang berfokus pada keuangan swasta memungkinkan perusahaan untuk memperluas usahanya dan mengembangkan dampak yang jauh lebih baik dari sumber dayanya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai International Finance Corporation, silahkan klik di sini.