Home > Keberlanjutan > Sertifikasi dan Penilaian ESG
  

Sertifikasi dan Penilaian ESG

Sertifikasi v2.jpg

Kami mematuhi semua standar hukum, peraturan khusus negara dan peraturan khusus sektor.

Kami berusaha untuk memenuhi standar paling ketat, sehingga kami bisa menghemat waktu dan tenaga dengan tidak harus memenuhi persyaratan sertifikasi secara terpisah untuk berbagai skema sertifikasi yang relevan untuk industri kami. 

  • Standar supra-nasional seperti International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) 
  • Standar khusus negara, seperti PROPER peringkat kinerja lingkungan dan standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) 
  • Standar khusus sektor, seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Prinsip dan Kriteria (P&C) RSPO untuk petani dan sertifikasi rantai suplai untuk operasi hilir.

Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO)

ISPO.jpg









Semua perusahaan kelapa sawit di Indonesia wajib memenuhi kriteria sertifikasi ISPO. Pemerintah Indonesia mengharuskan semua perusahaan kelapa sawit disertifikasi pada tahun 2014. 
 
Anak perusahaan kami, PT Musim Mas - Pangkalan Lesung (Riau) dan PT Musim Mas - Batang Kulim (Riau) merupakan dua pabrik kelapa sawit pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat untuk Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) pada 2012, tidak lama setelah diresmikan oleh Menteri Pertanian pada 29 Maret 2011. Kemudian, pada tahun 2013, pabrik kelapa sawit ketiga kami, PT Agrowiratama (Padang) juga meraih sertifikasi ISPO.

Kami juga merupakan salah satu perusahaan pertama yang menjalani proses sertifikasi ISPO.
 
Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan kunjungi website ISPO.
 

International Sustainability and Carbon Certification (ISCC)

ISCC.jpg









Pertama kali didirikan pada tahun 2010, ISCC merupakan sertifikasi internasional untuk biomassa dan bioenergi dan khususnya rantai suplai Biofuel

Sertifikasi ini dikonsep untuk mengatasi isu keberlanjutan sosial-ekonomi yang muncul karena Biofuel cukup popular saat ini. ISCC mencakup topik-topik seperti pengurangan emisi gas rumah kaca (GHG), pemanfaatan lahan yang berkelanjutan, perlindungan kekayaan alam dan keberlanjutan sosial. 

Lebih dari 250 pihak-pihak yang terkait dari Eropa, Amerika dan Asia Tenggara memberikan kontribusi terhadap pengembangan sertifikasi, memastikan skema sertifikasi diterima secara universal dan praktek implementasi skema ini. 

Sertifikasi ini berlaku di pasar Jerman dan Eropa karena sesuai dengan European Renewable Energy Directive (EU RED) dan German Sustainability Ordinances (BioNachV)

Renewable Energy Directive (RED) 

Kewajiban pembaharuan energi telah ada sejak tahun 2009, ketika Uni Eropa menciptakan sebuah rencana ambisius untuk mengembangkan pembaharuan energy yang terikat secara hukum, yang bertujuan untuk mendapatkan 20% energi dari usaha pembaharuan , sumber energi rendah karbon pada tahun 2020. Energi yang dapat diperbaharui adalah energi yang berasal dari angin, solar, hidro-listrik dan pasang surut daya, serta energi panas bumi dan biomassa. 

Umumnya dikenal sebagai Renewable Energy Directive (RED), undang-undang mewajibkan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari produksi dan penggunaan Biofuel minimal harus 35% lebih rendah dibandingkan dari bahan bakar fosil. Pada tahun 2017, target ini akan meningkat menjadi 50%. Biofuel tidak boleh diproduksi dengan menggunakan bahan baku dari lahan dengan nilai keanekaragaman hayati yang tinggi atau stok karbon. 

Untuk saat ini, Biofuel berbasis kelapa sawit diproduksi dengan mengacu kepada praktek standar industri yang memenuhi syarat untuk sektor transportasi. Setelah 2017, produsen harus berbuat lebih dari praktek-praktek standar. 

Kemampuan operasional kami saat ini telah melebihi persyaratan 50% untuk tahun 2017 karena pabrik grup kami dilengkapi dengan fasilitas penangkapan metana sejak Desember 2013.
 
 

PROPER Penilaian Lingkungan Kerja

PROPER.jpg









Dikenal sebagai Program Penilaian Kinerja Lingkungan, penghargaan PROPER merupakan inisiatif dari Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia. 

Pertama kali diresmikan pada bulan Juni 1995, singkatan dalam bahasa Indonesia yaitu "Program Penilaian  Kinerja Perusahaan Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan."  PROPER adalah sistem informasi yang terbuka yang menilai pabrik berdasarkan standar peraturan, dengan lima basis warna penilaian - emas, hijau, biru, merah dan hitam (urutan dalam pangkat menurun). 


Perusahaan yang dipilih untuk berpartisipasi umumnya perusahaan publik, perusahaan dengan operasi yang memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan, atau perusahaan yang berorientasi ekspor seperti Musim Mas. 

PROPER meliputi aspek-aspek lingkungan seperti pengendalian pencemaran udara, pengendalian polusi air, pengelolaan limbah berbahaya, Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) dan pengendalian pencemaran laut - yang semuanya diwajibkan oleh hukum. 

Dipuji sebagai instrumen dengan kebijakan inovatif ketika pertama kali dikembangkan, sistem rating PROPER bekerja sejalan dengan peraturan pemerintah yang berlaku serta penegakan, dan bertujuan untuk meningkatkan kinerja lingkungan bisnis di Indonesia. Dari sudut pandang pencetus peraturan, biaya yang dikeluarkan lebih efektif karena memobilisasi lembaga eksternal sebagai pendukung program ini. Lembaga eksternal atau pihak-pihak yang terkait dapat berupa masyarakat lokal, LSM, bankir, atau pers, yang memiliki minat pada kinerja lingkungan perusahaan. 

Anak perusahaan kami, PT. Musim Mas Oleochemicals, telah dianugerahi PROPER Level Hijau (Manufaktur kategori) pada tahun 2012, dan telah mencapai Level Biru tahun 2011 dan 2010. Selain itu, untuk kategori Perkebunan, salah satu anak perusahaan Grup kami, PT. Siringo Ringo, telah dianugerahi Level Biru selama tiga tahun berturut-turut - 2010, 2011 dan 2012. Anak perusahaan lainnya dalam kategori yang sama yang telah mencapai level yang sama pada tahun 2012 adalah PT. Musim Mas, PT. Agrowiratama dan PT. Maju Aneka Sawit.
 
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website PROPER.
 

Sertifikasi Rantai Suplai dari RSPO


Rantai suplai minyak sawit mencakup dari Perkebunan hingga pengguna terakhir dalam lingkup yang kompleks. Menanggapi tantangan ini, skema Sertifikasi Rantai suplai RSPO dikembangkan untuk memastikan para pengguna menggunakan minyak yang bersertifikat RSPO.

Di bawah skema sertifikat ini , terdapat empat mekanisme rantai suplai yang harus disetujui RSPO yaitu: 

1. Identity Preserved  –  ini merupakan standar yang paling tinggi diantara keempat sistem, dimana dibutuhkan produk minyak bersertifikat yang dikirim kepada pengguna akhir agar dapat diidentifikasi secara unik untuk setiap pabrik dan pangkalan logistik.  Basis pangkalan logistic dijaga agar terisolasi dari sumber lain dalam rantai suplai.    

2. Fully Segregated  –  mekanisme ini memastikan bahwa produk minyak bersertifikat yang dikirimkan ke pengguna akhir berasal dari sertifikasi RSPO. Basis pangkalan logistik dapat berasal dari berbagai sumber. 

3. Mass Balance – mekanisme ini memungkinkan minyak konvensional dan minyak bersertifikat bercampur bersama. Mekanisme ini hanya mengawasi administrasi perdagangan produk minyak bersertifikat RSPO dengan menyelaraskan jumlah minyak bersertifikat yang dijual dan jumlah minyak bersertifikat yang dibeli 

4. Book and claim  –  ini adalah metode yang paling sederhana di antara keempat sistem yang ada, dengan memiliki sertifikat perdagangan untuk produk sertifikasi minyak RSPO. Rantai suplai konvensional tetap tidak berubah, tidak sepertihalnya ketiga sistem lainnya.    

Setiap sistem memiliki keunggulan masing masing dan mewakili klaim konsumen. 

Kami mampu memenuhi syarat ke- 2, 3 dan 4. Silahkan menghubungi kantor pemasaran kami jika anda ingin membeli minyak bersertifikasi.


Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)

Didirikan pada tahun 2004, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) adalah inisiatif beberapa pihak yang menyediakan dasar penting bagi para pihak-pihak yang terkait di sektor kelapa sawit, untuk berbagi perspektif dan wawasan tentang isu-isu penting yang berkaitan dengan keberlanjutan industri kelapa sawit.
 
Pihak-pihak ini termasuk petani kelapa sawit, pengolah minyak sawit, pedagang, produsen barang-barang konsumen, pengecer, bank / investor, LSM konservasi lingkungan / alam dan LSM sosial / pembangunan.
 
Dengan lebih dari 1.400 anggota di 50 negara, RSPO bertujuan mengubah pasar minyak sawit untuk menciptakan norma minyak sawit berkelanjutan, dengan mempromosikan kerjasama antara berbagai pihak dalam rantai suplai dan memfasilitasi dialog terbuka antara pemangku  kepentingan. Kapasitas produksi tahunan RSPO minyak sawit berkelanjutan adalah 15% dari pasar minyak sawit mentah dunia.
 
Kunci utama untuk petani RSPO adalah Prinsip dan Kriteria RSPO (P & C) yaitu standar sertifikasi yang terdiri dari 8 prinsip dan 43 kriteria, dengan indikator yang menyertainya dan bimbingan, untuk memastikan bahwa Hutan primer , nilai konservasi tinggi, spesies satwa liar yang terancam punah dan mata pencaharian dilindungi. Prinsip dan Kriteria RSPO direvisi setiap lima tahun untuk menggambarkan isu-isu saat ini dan versi terbaru dikeluarkan pada pertengahan tahun 2013.
 
Standar sertifikasi telah diterima di negara-negara penghasil minyak sawit utama di seluruh dunia, termasuk Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Amerika Latin, Afrika Barat dan Kamboja.
Prinsip dan Kriteria RSPO kadang-kadang digambarkan sebagai standar terberat di dunia untuk produksi minyak sawit berkelanjutan, menetapkan contoh bagi skema sertifikasi hasil bumi lain. Hal ini juga membentuk inti dari strategi budidaya kelapa sawit berkelanjutan kami.
 
rspo.jpg

National Certification System for Biofuels and Bioliquids (IT SNC or INS)

Rancangan kerja Negara Italia di bidang energi terbarukan yang disampaikan kepada Komisi Eropa pada 29 Juli 2010 berisi gambaran mengenai kebijakan nasional yang berfokus pada energi terbarukan dan mengambarkan tujuan serta strategi utama dari rancangan tersebut.  

IT SNC menjamin kebenaran informasi yang berkontribusi dalam pemenuhan kepatuhan terhadap kriteria keberlanjutan Biofuel dan bioliquid yang ditentukan oleh pelaku ekonomi yang memiliki rantai produksi produk-produk yang telah disebutkan di verifikasi melalui tingkat verifikasi independen yang sesuai.

Inter-Continental Oils and Fats – tim pemasaran dari Musim Mas Grup, dan berbagai pabrik penyulingan kami berhasil meraih sertifikasi IT SNC.

Penilaian ESG

Sebagai salah satu pemain minyak sawit terbesardampak lingkungan dan sosial dari bisnis kami sering menjadi sorotan publikSorotan tersebut memberikan jalan bagi kami untuk memahami lingkup wilayah mana yang kami telah kelola dengan baik dan yang lebih pentinglingkup wilayah yang perlu dikembangkan.

Berikut adalah penilaian publik di Grup Musim Mas:

1) Forest Heros – Green Tiger Rankings

2) Global Canopy Programme – Forest 500 

3) Zoological Society of London –  SPOTT