Lima pemimpin utama industri bersatu untuk mengatasi tantangan hak-hak pekerja di sektor minyak sawit Indonesia

Berita-02.jpg
Home > Berita > Berita Umum > 2019 > Lima pemimpin utama industri bersatu untuk mengatasi tantangan hak-hak pekerja di sektor minyak sawit Indonesia
Cargill, Golden-Agri-Resources, Musim Mas, Sime Darby Plantation dan Wilmar mengumumkan dua pilot baru sebagai bagian dari ‘Decent Rural Living Initiative/  Inisiatif Kehidupan Pedesaan yang Layak’ yang diselenggarakan oleh Forum for the Future.

19 Juni 2019, Singapura - Lima pemimpin industri hari ini mengumumkan dua proyek percontohan kolaboratif baru yang dirancang untuk mengatasi tantangan hak-hak pekerja di sektor Minyak Sawit Indonesia, dengan mengembangkan perbaikan yang sangat dibutuhkan dalam kondisi kerja.

Cargill, Golden-Agri-Resources, Musim Mas, Sime Darby Plantation dan Wilmar bersatu menjadi bagian dari Decent Rural Living Initiative (DRLI), yang diselenggarakan oleh lembaga swadaya keberlanjutan internasional, Forum for the Future. Dibentuk pada awal 2018, DRLI adalah kolaborasi pre-kompetitif unik yang bertujuan, untuk membantu memastikan keberlanjutan sektor Minyak Sawit dalam jangka waktu yang  panjang.
 
Sebagai bahan utama dalam produk makanan dan non-makanan, Kelapa Sawit diakui sebagai minyak nabati yang paling banyak digunakan di dunia dengan industri yang mempekerjakan lebih dari 5,7 juta orang untuk di Indonesia saja. Dikombinasikan dengan Malaysia, kedua negara ini memasok 85%Minyak Sawit yang digunakan secara global, namun tantangan signifikan dan mendesak di seluruh sektor - dari penggunaan pestisida yang berlebihan, hingga pelanggaran hak - terus mengancam dan merusak keberlanjutannya.

"Setelah mengikuti proses konsultasi pemangku kepentingan dengan masyarakat sipil Indonesia, badan-badan industri dan organisasi antar pemerintah, mitra DRLI mengidentifikasi dua bidang strategis untuk melakukan kolaborasi pre-kompetitif”, kata Ariel Muller, Direktur Pelaksana, APAC di Forum for the Future. “Dengan komitmen untuk mengatasi akar permasalahan, memanfaatkan potensi pekerja pedesaan sebagai agen perubahan dan berbagi pelajaran yang dipelajari di seluruh rantai nilai, perusahaan-perusahaan ini memiliki potensi untuk mengkatalisasi perubahan sistemik.”

Dr Simon Lord, Chief Sustainability Officer, Sime Darby Plantation, menambahkan: “Kami sering mengatakan bahwa kami tidak dapat melakukannya sendiri. Dengan meningkatnya pengawasan terhadap tantangan hak asasi manusia yang kompleks yang dihadapi dalam industri kami, pendekatan multi-pihak seperti Decent Rural Living Initiative adalah sebuah jalan untuk menciptakan perubahan sistemik yang bermakna dan permanen. Sekarang kami mulai menerapkan aksi kolektif, penting bagi pemain lain dalam rantai pasokan untuk ikut bergabung, memberikan wawasan serta dukungan untuk memperkuat inisiatif ini dan membawa dampak positif bagi sektor ini. Bersama-sama, kita akan mencapai lebih dari sekadar tindakan yang dilakukan secara individu."

Yang pertama dari dua pilot akan diluncurkan di Kalimantan Barat. Hal ini akan fokus pada pengembangan kontrak yang meminimalkan kerawanan pada pekerja lepas dan fleksibel - dengan demikian dapat memperbaiki kondisi dan memungkinkan pilihan yang lebih besar bagi pekerja lepas. Hal ini sangat penting bagi perempuan, yang secara tidak proporsional dihitung di dalam segmen tenaga kerja industri ini. Ms Perpetua George, Wilmar’s General Manager for Group Sustainability, mengatakan: “Dalam proyek pilot memerlukan upaya keterlibatan yang luas dengan pekerja, serikat pekerja dan sektor swasta tentang apa yang akan menjadi Kemitraan Swasta Publik yang konstruktif dan bermanfaat. Kami berharap upaya ini akan menjadi model yang dapat diadopsi oleh pihak lain. Kami juga menyambut baik partisipasi dan kolaborasi lain dari para pemain industri Kelapa Sawit yang berpikiran sama untuk membantu meningkatkan dan memperkuat kondisi kerja dan hak-hak pekerja di industri ini.

Area percontohan kedua bertujuan untuk menciptakan industri Minyak Sawit yang lebih memiliki kesetaraan gender dengan memperkuat peran komite gender di Perkebunan. Mengomentari proyek pilot ini, Ms Anita Neville, Senior Vice President of Golden-Agri Resources, mengatakan: "Golden-Agri-Resources mengakui pentingnya peran perempuan dalam pertanian di pedesaan - terutama sebagai agen untuk membantu mengatasi tantangan yang dihadapi dibidang pertanian. Untuk membantu mereka mewujudkan potensi agen perubahan mereka, kita perlu menciptakan tempat kerja yang lebih aman dan lebih inklusif, dan percaya dengan  meningkatkan peran dan fungsi komite gender di seluruh bisnis kita dan industri yang lebih luas adalah langkah awal yang penting.”

Pengumuman hari ini telah melewati proses konsultasi sepanjang tahun 2018 untuk mengidentifikasi area spesifik di mana kolaborasi tingkat industri dapat fokus untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan berdampak. Temuan dan praktek utama yang dikembangkan melalui proyek percontohan akan ditingkatkan dan dibagikan kepada industri yang lebih luas akhir tahun ini. Dr Gan Lian Tiong, Direktur, Musim Mas, mengatakan: “Kami percaya, untuk mencapai visi mewujudkan rantai pasokan Minyak Sawit yang kredibel, kami harus memastikan bahwa solusi kami juga memenuhi, dan mencakup kebutuhan Petani. Kami berharap bahwa pendekatan pre-kompetitif Decent Rural Living dan proyek percontohan pada akhirnya akan ditingkatkan dengan menyertakan Petani, dan  mengarah pada dukungan terhadap mereka dalam mengadopsi praktek pertanian berkelanjutan dalam jangka panjang. "

“Dari keselamatan hingga perawatan kesehatan dan hingga pendidikan, Perkebunan Kelapa Sawit Cargill berusaha untuk memperkaya komunitas tempat kami beroperasi,” tambah Richard Low, CEO Cargill Tropical Palm Holdings. “Kami sangat senang dengan adanya Decent Rural Living Initiative karena potensinya untuk melakukan perbaikan yang berarti bagi kehidupan mereka yang bekerja di sektor pertanian, apa pun gendernya.”    

Silahkan merujuk pada website Forum for the Future untuk melihat pernyataan lengkapnya.

--- ENDS ---