Minyak Sawit Asia Tenggara Bebas dari Penebangan Hutan, Penggunaan Lahan Gambut dan Eksploitasi Pasar

Berita-02.jpg
Home > Berita > Berita Umum > 2019 > Minyak Sawit Asia Tenggara Bebas dari Penebangan Hutan, Penggunaan Lahan Gambut dan Eksploitasi Pasar
11 April 2019, Singapura – Grup Musim Mas adalah perusahaan Asia Tenggara pertama yang memproduksi Minyak kelapa sawit sesuai dengan standar tinggi yang ditetapkan untuk menghasilkan Minyak Sawit yang bertanggung jawab yang didirikan oleh Palm Oil Innovation Group (POIG). Hari ini organisasi ini mengumumkan Perkebunan kelapa sawit Musim Mas telah diverifikasi secara independen sesuai dengan kriteria utama POIG untuk memproduksi Minyak Sawit yang bertanggung jawab. Standar-standar tersebut juga termasuk 'Anti Deforestasi, Anti Pengembangan Lahan Gambut , dan Anti Eksploitasi' (NDPE).  

“Hal ini adalah momen besar bagi industri Kelapa Sawit. Saat ini, Musim Mas dapat memasok minyak yang diverifikasi POIG dari perkebunannya di Asia, bersama dengan produsen inovatif terkemuka Agropalma dan Daabon, yang memasok minyak yang diverifikasi POIG dari Amerika Selatan," kata Elizabeth Clarke, WWF’s Lead on Palm Oil. “Sementara itu kami meminta pembeli Minyak kelapa sawit untuk meningkatkan upaya mereka untuk mendapatkan dan menggunakan minyak yang diverifikasi POIG dalam operasinal mereka.”
   
Grup Musim Mas pertama kali bergabung dengan POIG pada tahun 2015, dan berusaha mendapatkan verifikasi melalui penilaian pihak ketiga yang ketat. Berbasis di Singapura, operasi dan kegiatan bisnisnya mencakup setiap bagian dari rantai pasokan Minyak Sawit. Perkebunan yang terverifikasi berada di Indonesia memproduksi 700.000 ton Minyak Sawit bertanggung jawab yang diverifikasi POIG, yang merupakan bagian yang relevan dari total Minyak Sawit yang diproses dan diperdagangkan.   

“Hal ini menunjukkan kepada pembeli adanya kemungkinan untuk memproduksi Minyak kelapa sawit yang mematuhi standar tertinggi untuk melindungi hutan, Lahan Gambut , keanekaragaman hayati dan karbon, sementara juga menegakkan hak-hak masyarakat dan pekerja lokal, dan meningkatkan mata pencaharian,” kata Annisa Rahmawati, Senior Forests Campaigner kepada Greenpeace Asia Tenggara.    

"Sangat penting untuk terus mendorong Minyak Sawit yang bertanggung jawab di pasar," kata Stefano Severi, Palm Oil, Cocoa and Environmental Sustainability Lead of Ferrero. “POIG mendorong merek, pengecer dan produsen untuk membeli Minyak Sawit yang diverifikasi POIG. Boikot Kelapa Sawit tidak akan menyelesaikan masalah, dan akan berkontribusi untuk memperbesar kebocoran pasar- mengalihkan masalah ke daerah yang tidak menuntut Minyak Sawit berkelanjutan. Alih-alih berjalan menjauh dari masalah, pembeli Kelapa Sawit harus berkontribusi memberikan solusi di lapangan di daerah penghasil Minyak Sawit. ”   

“Visi POIG selaras dengan tujuan kami untuk mewujudkan rantai pasokan Minyak Sawit yang kredibel. Kami membuat komitmen untuk bekerja pada basis pasokan pihak ketiga kami dalam jangka panjang melalui POIG Traders and Processors Charter yang sedang dikembangkan, ”kata Dr. Gan Lian Tiong, Direktur Musim Mas.

Silahkan merujuk pada web POIG untuk pernyataan selengkapnya. 

----SEKIAN----

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:  

Carolyn Lim 
Corporate Communications 
media@musimmas.com  
+65 6576 4770