Pelaku industri utama dan pemerintah mengumumkan kolaborasi untuk mendorong produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Siak, Riau, Indonesia

Berita-02.jpg
Home > Berita > Berita Umum > 2019 > Pelaku industri utama dan pemerintah mengumumkan kolaborasi untuk mendorong produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Siak, Riau, Indonesia
Perjanjian kerja sama antara pemerintah Kabupaten Siak, perusahaan-perusahaan internasional pembeli minyak kelapa sawit dan produk konsumen - Cargill, Danone, Musim Mas, Neste, PepsiCo, Sinar Mas Agribusiness and Food, Unilever dan CORE (Proforest dan Daemeter) untuk menggerakkan berbagai upaya produksi Minyak kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Siak.

05 Juli 2019, Jakarta, Indonesia - Pemerintah Kabupaten Siak, bersama dengan koalisi perusahaan yang terdiri dari Cargill, Danone, Musim Mas, Neste, PepsiCo, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Unilever, serta Daemeter dan Proforest, hari ini mengumumkan kolaborasi untuk mengimplementasikan program lanskap baru yang berkelanjutan. Pengumuman ini diluncurkan dalam acara Otonomi Expo dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), di mana perhatian khusus ditujukan pada daya saing daerah kabupaten dalam kesiapan mereka untuk mencapai Target Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Photo_Signing_Ceremony_OtonomiExpo.JPG
















Di atas: Anggota Koalisi berfoto dengan pemerintah Siak

Koalisi sektor swasta ini akan mendukung Inisiatif Kabupaten Siak Hijau untuk mencapai produksi Minyak kelapa sawit berkelanjutan, dengan menyelaraskan perwujudan komitmen sumber Minyak kelapa sawit mereka dengan target-target pembangunan Kabupaten. Tujuan khusus dari kolaborasi ini adalah pembangunan platform  para pemangku kepentingan melalui mekanisme diskusi dan penyelarasan antar pihak, serta mendorong rantai pasokan bebas-deforestasi untuk mendukung masyarakat lokal dan memberdayakan Petani kecil   sejalan dengan visi dan kerangka kerja kebijakan Kabupaten Siak Hijau.

"Dengan kolaborasi baru semacam ini untuk mewujudkan visi bersama Kabupaten Siak Hijau, kami berharap bahwa semua masyarakat, LSM dan sektor swasta ... [menjadi] perhatian terhadap lingkungan, khususnya pada Lahan Gambut dan kawasan hutan sehingga kebakaran tidak akan terjadi lagi," kata Bupati Siak.

Kabupaten Siak di Provinsi Riau, Indonesia merupakan daerah produsen minyak sawit yang sebagian besar dikelola oleh petani sawit swadaya. Kabupaten Siak merupakan wilayah dengan nilai-nilai sosial dan lingkungan yang penting, banyak diantaranya yang terkena dampak negatif dari ekspansi pertanian di masa lalu. Untuk itu, Petani swadaya Kabupaten Siak membutuhkan dukungan untuk bergerak menjadi produsen Minyak kelapa sawit yang bertanggung jawab dan meningkatkan perlindungan  kawasan lindung yang tersisa seperti Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, dan Taman Nasional Zamrud yang akan bermanfaat dalam jangka panjang. Faktor-faktor tersebut memotivasi beragam kelompok pemangku kepentingan yang ada untuk bersatu untuk mengambil tindakan.    
 
Upaya untuk mencapai lanskap berkelanjutan yang menyeimbangkan antara target produksi dan perlindungan lingkungan di Kabupaten Siak telah dimulai sejak 2017. Pemerintah Kabupaten Siak –  bekerja sama dengan koalisi LSM Sedagho Siak - telah mengadopsi konsep 'Kabupaten Siak Hijau’. Tujuannya adalah untuk mengejar keseimbangan antara konservasi lingkungan, peningkatan ekonomi, dan keuntungan masyarakat setempat. Kabupaten Siak adalah pemenang Inisiatif Kabupaten Hijau dan sebagai salah satu pendiri dan mitra Platform Kabupaten Berkelanjutan atau Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). LTKL adalah kemitraan kolaboratif untuk mempromosikan pembentukan kawasan yurisdiksi berkelanjutan.    

Sementara itu, perusahaan yang memproduksi dan membeli Minyak kelapa sawit dari wilayah tersebut akan semakin tergerak untuk  mengejar rantai pasok bebas-deforestasi yang menghargai pekerja dan hak asasi manusia, dan berkontribusi untuk meningkatkan mata pencaharian Petani kecil . Komitmen ini sering disebut sebagai NDPE: nol deforestasi, nol pembukaan gambut, dan nol eksploitasi. Perusahaan dengan komitmen NDPE telah mulai bekerja dengan para pemasok mereka untuk menelusuri sumber pasokan di tingkat petani, mengidentifikasi resiko di lapangan, dan mengambil tindakan untuk mengurangi resiko ini. Namun, hingga saat ini sebagian besar hambatan keberlanjutan dialami oleh banyak pemasok dan tidak dapat diselesaikan hanya oleh perusahaan. Hal ini membuat perusahaan menyadari bahwa kolaborasi dengan pemerintah dan pihak lain amat dibutuhkan untuk mencapai produksi sawit yang bertanggung jawab dalam skala besar.    

Dengan membangun ide-ide lanskap ini, koalisi perusahaan yang terdiri dari Cargill, Danone, Musim Mas, Neste, PepsiCo, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Unilever, yang difasilitasi oleh Daemeter dan Proforest[1], bergabung untuk mendukung dan memperkuat implementasi Inisiatif Kabupaten Siak Hijau. Perusahaan-perusahaan tersebut, dalam kemitraan dengan LTKL, Sedagho Siak, dan Climate and Land Use Alliance (CLUA), bekerja bersama untuk membangun peta jalan guna mendukung transformasi menuju minyak sawit berkelanjutan di Kabupaten Siak. 

“Daemeter dan Proforest telah bekerja dengan erat di seluruh proses yang menantang  ini untuk membangun landasan bersama di antara beragam kepentingan perusahaan anggota Koalisi, dan meletakkan dasar  kolaborasi jangka panjang dengan pemerintah Kabupaten Siak dan mitra lokal lainnya. Sepanjang proses ini, kami sangat terkesan dengan komitmen berkelanjutan dari anggota Koalisi dan mitra lokal untuk berbicara secara terbuka dan konstruktif, untuk berani mengambil resiko, dan untuk beralih dari teori ke praktek dalam pendekatan lanskap kolaboratif. Program Siak memiliki potensi yang signifikan. Kami merasa terhormat dapat mendukung program ini, dan kami menantikan keberhasilannya di masa depan." - CORE (Daemeter dan Proforest)

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi: 
Carolyn Lim 
Corporate Communications 
media@musimmas.com  
+65 6576 4770


[1] Juga disebut sebagai CORE - Consortium of Resource Experts (Konsorsium Pakar Sumber Daya).