Peluncuran Program Dukungan Penyuluhan dan Pendampingan Bagi Pekebun Kelapa Sawit di Kabupaten Pelalawan

Berita-03.jpg
Home > Berita > Berita Umum > 2020 > Peluncuran Program Dukungan Penyuluhan dan Pendampingan Bagi Pekebun Kelapa Sawit di Kabupaten Pelalawan
21 Februari, 2020, Pelalawan, RiauPemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan meluncurkan program dukungan penyuluhan dan pendampingan bagi pekebun kelapa sawit pada tanggal 19 Februari 2019, di Kabupaten Pelalawan, Riau. Program ini bertujuan untuk mendorong peningkatan produktivitas kelapa sawit dengan prinsip intensifikasi berkelanjutan. Melalui program ini diharapkan 2.000 Pekebun mendapatkan Pelatihan Good Agricultural Practices (GAP), siap untuk sertifikasi ISPO dan memenuhi syarat untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Kabupaten Pelalawan memiliki lahan kelapa sawit seluas 273.000 Ha (Disbunnak Pelalawan, 2019), 10 % dari luas total lahan kelapa Sawit Provinsi Riau, dengan lebih dari 1/3 luas lahan tersebut adalah milik pekebun rakyat. pekebun rakyat berjumlah lebih dari 20.000 orang  dan masih  memerlukan pendampingan dan penyuluhan dengan berbagai problematika lapang seperti produktivitas yang rendah, legalitas status lahan, akses permodalan, ketiadaan organisasi/kelembagaan pekebun yang dapat menyatukan visi serta keberlanjutan.

Penyuluhan Program Dukungan Penyuluhan dan Pendampingan Pelalawan.jpeg

Berangkat dari problematika ini, Good Growth Partnership (GGP) melalui UNDP berinisiatif menginisiasi program yang berupaya mendorong peningkatan produktivitas pekebun dengan prinsip intensifikasi berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan kapasitas pekebun berjalan seiring dengan upaya meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.  GGP adalah platform global yang mengimplementasikan program “Generating Responsible Demand for Reduced Deforestation Commodities”

GGP bertujuan untuk mendorong peningkatan produksi komoditas berkelanjutan menekankan pada pengurangan laju deforestasi, program intensifikasi berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati, dan upaya mengatasi kesenjangan gender dalam produksi pertanian. Platform global ini didanai oleh Global Environment Facility (GEF). Di Indonesia, salah satu pelaksana program GGP adalah UNDP.

Program ini juga sejalan dengan inisiatif lain yang telah dimulai untuk mendorong perbaikan tata kelola dan produksi kelapa sawit, termasuk didalamnya, inisiatif untuk mendorong kemitraan antara pekebun dan perusahaan yang lebih berkelanjutan, yang tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2019 tentang Kemitraan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Pelalawan.

Kementerian Pertanian mendukung sepenuhnya inisiatif ini. Dirjen Perkebunan, yang diwakili oleh Direktur PPH Perkebunan, Dedi Junaedi menegaskan dukungannya. ”Kementerian Pertanian mendukung langkah-langkah positif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan yang terus menerus mengembangkan strategi dan cara-cara baru untuk memperbaiki tata kelola dalam bisnis Sumber Daya Alam termasuk dalam sub-sektor kelapa sawit,” ujarnya.  Lebih lanjut, Bupati Pelalawan, M. Harris, menekankan bahwa peluncuran Program Dukungan Penyuluhan dan Pendampingan bagi Pekebun Kelapa Sawit di Kabupaten Pelalawan adalah momentum bersama bagi kita untuk dapat bekerja sama dalam membangun Perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di Kabupaten Pelalawan.

Sebagai salah satu bentuk kemitraan antara sektor publik dan swasta, program ini didukung berbagai pihak. Program yang diinisasi oleh Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan dan UNDP ini juga didukung oleh PT. Musim Mas dan IKEA. IKEA memberikan dukungan dana untuk beragam kegiatan program peningkatan kapasitas dan kapabilitas pekebun rakyat. Sementara, PT. Musim Mas secara aktif melatih para asisten pendamping lapangan, khususnya terkait Praktik Budidaya yang baik yang telah diimplementasikan oleh Musim Mas. Kedepannya, kolaborasi semacam ini diharapkan terus berjalan dan semakin kuat, dan memunculkan beragam inisiatif untuk mempercepat pengembangan sawit berkelanjutan di Kabupaten Pelalawan secara khusus dan Indonesia pada umumnya.

***

Catatan Redaksi

Tentang United Nations Development Programme (UNDP)

UNDP bekerja untuk mendukung upaya Indonesia melawan kemiskinan, mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mengurangi kesenjangan antar kelompok dan wilayah, dan membantu mencapai 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2030 di seluruh negeri. Di sektor lingkungan dan energi,  UNDP membantu Indonesia untuk menjaga dan mengelola lingkungan, termasuk keanekaragaman hayati dan sumber daya alam. UNDP bekerja untuk penguatan kebijakan lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan, yang mengintegrasikan masalah perubahan iklim dan pada saat yang sama memberikan pengurangan kemiskinan dan pembangunan manusia.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://www.id.undp.org/


Tentang Global Environment Facility (GEF)

GEF merupakan lembaga donor multilateral, dimana pemerintah Indonesia juga berkontribusi sebagai salah satu donornya. GEF menyediakan pembiayaan kepada negara-negara berkembang dan negara-negara dengan ekonomi dalam transisi untuk memenuhi tujuan dari konvensi dan kesepakatan lingkungan internasional. Dukungan GEF diberikan kepada lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, perusahaan sektor swasta, lembaga penelitian, dan mitra potensial lainnya untuk mengimplementasikan proyek dan berbagai program di negara penerima.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.thegef.org/


Tentang GGP

Good Growth Partnership (GGP) adalah sebuah Platform yang bekerja lintas sektoral antara produksi (production), keuangan (financial) dan permintaan (demand) yang berpijak pada ruang lingkup yang luas dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan inisiatif untuk mengurangi laju deforestasi dan mengupayakan pembangunan berkelanjutan pada 3 rantai pasok komoditas utama, yaitu: kedelai, daging sapi, dan kelapa sawit. Good Growth Partnership berintegrasi dengan program Sustainable Palm Oil Initiative (SPOI). SPOI merupakan proyek kerjasama antara Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian dengan United Nations Development Programme (UNDP). Program kemitraan ini bekerja disemua sektor, termasuk sektor produksi, (sektor hulu), keuangan dan permintaan (sektor hilir) dalam rangka menciptakan rantai pasokan yang berkelanjutan dari pasokan komoditas global. Di sektor produksi, proyek ini bertujuan untuk mengkatalisasi pembangunan industri kelapa sawit nasional menuju keberlanjutan jangka panjang.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://goodgrowthpartnership.com/

Berita ini diambil dari website Foksbi.


Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:  
Carolyn Lim 
Corporate Communications 
media@musimmas.com  
+65 6576 4770