Pendekatan di Aceh

Engagement-02.jpg
Home > Keberlanjutan > Lanskap > Pendekatan di Aceh

Basis Rantai Pasokan dan Ekosistem Leuser

Contents

Musim Mas memiliki sekitar 25 pabrik pemasok yang berada di dekat Ekosistem Leuser (Kawasan Ekosistem Leuser (KEL)). 

Seperti yang bisa dilihat di dalam peta, pabrik pemasok kami di Aceh Tamiang, PT Pati Sari (Pati Sari) terletak di batas ekosistem Leuser. Kami telah melakukan pendekatan yang intens dengan Pati Sari mengenai masalah komitmen kebijakan dan saat ini mereka sudah mematuhi komitmen kebijakan kami.


MAP.jpg























Sembilan pemasok telah mematuhi komitmen keberlanjutan kami. Termasuk lima pabrik yang melakukan penilaian oleh auditor independen yang ditugaskan oleh Musim Mas.

Dari pendekatan tersebut, beberapa masalah umum teridentifikasi, termasuk:
  • Kesenjangan dalam praktek operasional pemasok terhadap standar keberlanjutan awal, seperti mengidentifikasi area HCV dan HCS, penelusuran ke pemasok pihak ketiga, manajemen kesehatan dan keselamatan kerja, dll.

  • Kesenjangan dalam produktivitas Petani kecil yang berasal dari keterbatasan pengetahuan tentang Good Agricultural Practices (Praktek Pertanian yang Baik), jika dibandingkan dengan perusahaan Perkebunan besar.

  • Ketidakpastian legalitas di gudang pasokan biasa terjadi, terutama terkait dengan Perkebunan yang beroperasi di sekitar Ekosistem Leuser.

Pendekatan Berbasis Solusi


Memahami tantangan pemasok
Penilaian lima pabrik dilakukan di Aceh, yang mencakup sekitar 20% basis pasokan pihak ketiga diseluruh lanskap di atas. Hasil penilaian ini telah dianalisa dan dimanfaatkan sebagai pemahaman gabungan terhadap isu-isu di berbagai lanskap. Berdasarkan hal ini, kami akan berusaha membantu gabungan kerja lanskap. Hasil penilaian pabrik juga menjadi dasar penyusunan program penjangkauan kami (silahkan merujuk pada sambungan di bawah).

Sinergi Upaya
Kolaborasi Partisipatif pada pekerjaan Lanskap - Seiring dengan rantai pasokan wilayah Leuser saling terkait dengan pemangku kepentingan, kami berkolaborasi dengan rekan dan mitra industri melalui koalisi Areal Prioritas Transformasi (APT). Sebagian besar pekerjaan dalam beberapa bulan mendatang akan melibatkan pemerintah kabupaten / kota mengenai upaya perencanaan tata ruang dan tata guna lahan. Persetujuan dan dukungan dari Bupati setempat akan sangat berperan dalam keberhasilan pekerjaan lanskap.

Membangun Kapasitas Pemasok
Lokakarya pemasok - Untuk menciptakan kesadaran, pemahaman dan penerimaan komitmen Keberlanjutan, kami mengadakan pendekatan lokakarya umum serta lokakarya spesifik pemasok.

Program petani swadaya - Untuk mendukung pemasok kami dalam membantu rantai pasokan mereka sendiri (petani swadaya) dengan meningkatkan standar mereka, kami akan menerapkan Extension Services Programme (ESP).

ESP secara langsung berfungsi untuk meningkatkan standar industri dengan mendukung petani swadaya di bidang praktek pertanian terbaik, serta dalam memperbaiki akses keuangan dan bahan pertanian yang baik (benih dan pupuk). Tujuan utamanya adalah untuk mencapai sertifikasi ISPO / RSPO dengan melibatkan petani swadaya, dan dalam jangka panjang akan memungkinkan mereka untuk secara aktif berpartisipasi di pasar global.

Pemasok kami yang berada dalam ekosistem Leuser, PT Pati Sari telah menyetujui untuk mengimplementasikan ESP ke dalam rantai pasokannya. Saat ini kami sedang mempersiapkan proyek tersebut ke basis pasokan ini.

Program spesifik pendukung pemasok - Program ini disesuaikan dan ditujukan untuk menutup kesenjangan yang teridentifikasi untuk pemasok. Kami sedang berdiskusi tentang pelaksanaan penelusuran dengan pabrik (PT Ensem Sawita bekerja sama dengan rekan industri Golden Agri-Resources.)

Pendekatan dengan Pemasok


Ensem Sawita.jpgEnsem Sawita
Kami bekerjasama dengan rekan industri dalam program dukungan pemasok untuk membantu Ensem Sawita dengan pelaksanaan rencana tindakan. 

 Untuk membaca lebih lanjut, silahkan klik di sini.
Pati Sari.jpg
Pati Sari
Pendekatan kami dengan Pati Sari bertujuan untuk mengidentifikasi resiko utama dalam basis pasokan Pati Sari, yang pada gilirannya akan mengidentifikasi peluang dengan solusi praktis dan efektif untuk rantai pasokan yang berkelanjutan, termasuk mengidentifikasi peluang untuk kemitraan Petani kecil . 

Untuk membaca lebih lanjut, silahkan klik di sini.

Pembelajaran dan Rencana Aksi


  • Mengadopsi pendekatan tegas dalam dialog konservasi yang lebih luas penting untuk mengenali dan memahami alasan keapatisan atau kelemahan oleh pemasok tertentu, dan bekerja menuju resolusi isu yang ditargetkan.

  • Masalah umum dari hal ini adalah masalah sistemik mengenai kebutuhan perencanaan tata ruang dan tata guna lahan jangka panjang. Kami percaya bahwa untuk mengatasi hal ini secara efektif memerlukan perencanaan yang matang untuk menyeimbangkan berbagai kebutuhan sosial ekonomi dan lingkungan, penerapan horizon waktu yang lebih lama, dan kepekaan dalam penanganannya.

  • Kemitraan Publik - Swasta (kerangka kerja P3) sangat penting untuk menangani isu-isu yang lebih luas. Baik publik maupun sektor swasta tidak dapat melakukannya sendiri. Kolaborasi antara berbagai sektor sangat penting tidak hanya dalam hal sumber daya keuangan dan berbagi pengetahuan, namun yang lebih penting, dalam hal membangun hubungan yang kritis dan mendukung pembuatan undang-undang / peraturan untuk menyediakan lingkungan yang konsisten dan kondusif untuk mencapai agenda utama konservasi (kebutuhan lingkungan) dan pemerataan pembangunan (kebutuhan sosio-ekonomi), serta penetapan tanggung jawab dan peningkatan akuntabilitas.

  • Kami akan terus menyempurnakan implementasi ESP kami melalui evaluasi dan pemantauan berkala. Termasuk mengintegrasikan komponen-komponen dalam mendidik dan melatih pemasok perusahaan Perkebunan dan Petani kecil tentang NDPE, praktik pertanian yang baik (GAP) dan masalah sosial di tiga kabupaten prioritas.

    Kami belajar bahwa keberhasilan ESP sebagian besar tergantung pada pertimbangan faktor pendorong dan penghambat perubahan perilaku Petani kecil . Wawasan dari landasan kami menjadi dasar untuk mengembangkan rencana tingkat kabupaten yang kuat yang berpusat pada Petani kecil . Kami menutup lingkaran umpan balik dengan kolega lapangan kami saat mereka berbagi wawasan tentang pendorong dan penghambat yang dihadapi Petani kecil . Misalnya, berkolaborasi dengan mitra untuk mengembangkan sumber pendapatan alternatif saat Petani kecil mengalami penurunan pendapatan selama periode penanaman kembali, menjadikannya tantangan untuk mengadopsi GAP atau mematuhi kebijakan NDPE kami jika memakan biaya yang lebih mahal. Beberapa peneliti juga menunjukkan heterogenitas dalam profil Petani kecil , yang membantu membentuk cara pendekatan kami.

  • Musim Mas akan mengeksplorasi lebih banyak proyek multi-stakeholder dan berbagi pengalaman kami dalam mendekati Petani kecil dan pemasok pihak ketiga.

Perkembangan Terbaru


Unduh perkembangan terbaru tentang lanskap Aceh di sini:

Progress Update 2019/2020
Cover Projects in The Aceh Landscape.jpg